Apa sih Digital Marketing?
Digital marketing adalah aktivitas mengiklankan dan menjual produk kepada pelanggan dengan memanfaatkan berbagai saluran digital. Misalnya seperti media sosial, SEO, SEM, pemasaran email, dan sebagainya.
7 Macam Digital Marketing :
1. Search Engine Optimization(SEO)
SEO di dunia digital marketing sangatlah populer. Ia bisa dipahami sebagai usaha meningkatkan kuantitas dan kualitas lalu lintas ke situs web yang kamu punya melalui hasil pencarian organik.
Beberapa poin penting yang sering disebut dalam pedoman tersebut antara lain:
- Kata kunci yang relevan
- Struktur situs web yang punya navigasi jelas
- Informasi atau artikel yang relevan berkualitas tinggi (bukan hasil copas)
- Penggunaan headings untuk memecah konten (menggunakan H1, H2, H3). Hal ini juga berguna untuk membantu mesin pencari memahami struktur konten
2. Pemasaran Email
Selain SEO, pemasaran email juga menjadi salah satu materi belajar digital marketing paling sepuh. Untungnya, saat ini hampir semua layanan di internet membutuhkan e-mail dalam formulir pendaftarannya. Hal ini membuat pemasaran email masih tetap relevan.
3. Search Engine Marketing(SEM)
Sepupunya SEO, nih! SEM mengacu pada semua proses yang terlibat dalam menghasilkan lalu lintas non-organik dari mesin pencari.Secara praktik, SEM berbeda dari SEO. Inti dari strategi ini adalah membuat iklan berbayar melalui platform seperti Google Ads maupun Bing Ads.
4. Periklanan Digital
Periklanan digital mengacu pada setiap strategi dan proses yang terlibat dalam menghasilkan lalu lintas rujukan ke situs yang kamu targetkan. Wujudnya bisa berupa iklan gambar, teks, maupun video yang belakangan semakin banyak berseliweran.Marketer sering meletakkan iklan digital pada platform yang berbeda. Mengapa? Sebab hal ini tergantung di mana audiens target mereka paling banyak berada.Contoh platform terpopuler untuk praktik ini antara lain: Google (Adwords), Facebook, YouTube, Pinterest, LinkedIn, dan sebagainya.
5. Pemasaran Konten
Konten merupakan tulang punggung internet. Tak heran kalau kemudian hadir pula yang namanya pemasaran konten.
Tujuan dari pemasaran jenis ini adalah agar konten yang dibuat tersebar luas. Dengan pelibatan audiens, konten-konten yang dihasilkan bisa viral dan mendorong brand awareness.
Untuk memperoleh kepercayaan dari audiens potensial dan akhirnya mereka mau membagikan konten bisnismu harus bisa memberi mereka sesuatu yang relevan. Bahasa sekarangnya: relatable.
Konten yang dibuat pun bukan sembarang konten. Namanya juga bagian dari macam digital marketing, di dalamnya kamu harus bisa menyisipkan call to action yang halus (soft selling).
6. Pemasaran media sosial
Pemasaran media sosial melibatkan penggunaan platform media sosial sebagai saluran untuk menjangkau audiens yang lebih besar.
Di medsos, kamu bisa membangun audiens secara organik (dengan konten serta interaksi) maupun lewat fitur iklan yang disediakan. Kehadiran pemasaran media sosial semakin tak terelakkan, mengingat mayoritas pengguna internet melakukan interaksi di situ. Ini jadi ladang subur yang sayang kalau tidak diolah dan kamu lewatkan begitu saja.
Sebagian besar bisnis yang menggunakan pemasaran media sosial memahami pentingnya interaksi yang berjalan secara konsisten. Itulah sebabnya, bisnis pun dituntut untuk menghasilkan konten yang dirilis secara reguler dan tetap memperhatikan kualitas demi meningkatkan brand awareness dan menghasilkan tingkat konversi tinggi.
7. Pemasaran Seluler
Dua dekade lalu jumlah orang yang bisa mengakses internet lewat ponsel masih sangat sedikit. Namun, situasinya sudah benar-benar berubah sekarang ini. Mayoritas pengguna internet mengakses informasi lewat smartphone-nya.
Di sini, pemasaran seluler bisa dibilang masih cocok untuk kamu coba. Ini merupakan teknik pemasaran digital yang melibatkan strategi pemasaran yang berfokus pada pengguna seluler. Dalam hal ini, jenis pemasarannya dapat dikirim dalam bentuk SMS, MMS, aplikasi seluler, maupun situs web yang telah dioptimasi untuk mobile.

0 Comments
Posting Komentar